[KRITIK] AI vs Blogger: Apakah Google Sengaja PHK Masal Kita?
BAB I
Pendahuluan
Promotor Mengkhianati Petinjunya
Selama dua dekade terakhir, kita (blogger) adalah "Petinju" kesayangan Google (sang Promotor Ulung) yang selalu tampil diatas "Ring". Kita bertarung sekuat tenaga di (halaman pencarian), membawa penonton (traffic), dan sang Promotor dengan senang hati berbagi hasil penjualan tiket (AdSense).
Kita percaya adalah mitra terbaik. Kita adalah "Juara Bertahan" yang menghasilkan konten berkualitas. Tapi itulah kelemahan terbesar kita, terlalu nyaman di atas ring membuat lupa diri, terlena. Penurunan kualitas dan kuantitas. Dengan percaya diri bahwa promotor akan terus mengsponsori.
Dan ini lah titik krusialnya, sang Promotor (Google) melakukan hal yang tak terpikirkan. Mereka diam-diam menciptakan "Petinju" baru: AI (SGE - Search Generative Experience).
Petinju baru ini tidak perlu dibayar (berbagi AdSense) karena biaya pengembangannya mahal. Ia dilatih dengan menonton SEMUA rekaman pertarungan kita (mempelajari artikel kita).
Dan sekarang, Promotor sengaja menaruhnya di ring untuk melawan kita. Seakan berkata "Inilah hukum rimba, siapa yang kuat bertahan dia yang menang".
Masalahnya bagaimana mengalahkan AI yang super canggih yang bahkan bisa lulus ujian Advokat dengan nilai tinggi di Amerika. Ini bukan kompetisi. Ini adalah "pertarungan" yang sudah diatur (fixed fight). Pertanyaannya,
Mengapa Google mengkhianati mitra yang telah membangun "rumah"-nya?
Mengapa Google menciptakan AI?
Apakah Google membenci kita?
Jawabannya IYA Google membenci kita karena kualitas yang kita hasilkan buruk, sampah, tidak ada E-E-A-T tapi minta gaji (adsen). Google itu bisnis mereka ingin menguasai industri ini dengan menampilkan hasil pencarian AI di paling atas dengan queri yang spesifik.
🚨 Klaim Penulis:
Sebagai Analis Sistem (S.H.) dan "petinju" (penerbit YMYL) yang hidup di dalam ring ini, saya melihat ini bukan evolusi teknologi biasa. Ini adalah strategi bisnis predator. Google bukan wasit, Google adalah Promotor yang menciptakan pertarungan tidak adil untuk mengamankan 100% keuntungannya.
BAB II
Membongkar Motif (Mens Rea): Perang Bisnis Google Ads vs. AdSense
Pada BAB I, kita sudah sepakat bahwa Promotor (Google) punya "alasan pembenar" yang sah untuk menciptakan AI (Petinju): Kualitas kita (blogger) menurun, malas, kekenyangan jadi Gemuk dan menjadi "sampah".
Tapi sebagai Analis Sistem (S.H.), kita tahu bahwa sebuah korporasi raksasa seperti Google tidak pernah bertindak hanya karena "kecewa". Mereka bertindak karena UANG.
Ingat Prinsip dasar dari Ekonomi
"Mengeluarkan modal kecil dengan untung yang sebesar-besarnya."
"Pembersihan" masal blogger sampah adalah "bonus" (dalih). Motif utamanya adalah kanibalisasi pendapatan. Google tidak sedang menciptakan "ring tinju"; Google sedang menghancurkan "ring" milik mitranya (kita) agar semua penonton kembali ke "ring" utamanya. Ini monopoli terstruktur dan sistematis.
Untuk membuktikannya, kita harus membedah dua sumber pendapatan Google yang saling bertentangan:
1. Google Ads (Klien Utama / 100% Profit)
- Apa ini? Iklan yang Anda lihat di halaman pencarian Google (SERP).
- Dari mana sumbernya? Dari pengiklan yang membayar tempat.
- Keuntungan: Jika pengguna mengklik iklan ini, Google mendapat 100% bayarannya.
- Kepentingan Google: Google ingin pengguna SEBANYAK MUNGKIN melihat dan mengklik iklan ini.
2. Google AdSense (Mitra "Beban" / 32% Profit)
- Apa ini? Iklan yang Anda lihat di blog kita (KunciPro.com, dll).
- Dari mana sumbernya? Dari perusahaan jasa atau produk.
- Aliran Uang: Jika pengguna mengklik iklan ini, Google WAJIB MEMBAYAR KITA 68% dari pendapatan itu. Google hanya menyimpan 32%.
- Kepentingan Google: Ini adalah "biaya operasional". Google "terpaksa" berbagi 68% sebagai ganti konten berkualitas dari kita.
Analisis "Birokrasi" Google (Sistem yang Lama)
Selama 20 tahun, sistemnya "mubazir" bagi Google:
- Pengguna mengetik: "Review VPN terbaik".
- Google "terpaksa" mengirim pengguna itu KELUAR dari https://www.google.com/search?q=Google.com dan MASUK ke blog kita.
- Google "kehilangan" penonton itu.
- Jika pengguna itu mengklik iklan AdSense di blog kita, Google "hanya" dapat 32% profit.
Ini adalah sistem yang buruk bagi Google. Mereka kehilangan penonton DAN kehilangan 68% potensi pendapatan. Apakah benar hanya dapat 32%? Mungkin pembagian itu dilakukan setelah menghitung penghasilan bersih, bukan penghasilan kotor yang di dapat dari kontrak klien.
"Solusi" Jenius AI (Sistem yang Baru)
Petinju AI (SGE) adalah "solusi" jenius Google untuk "memperbaiki" birokrasi yang merugikan mereka ini.
Begini cara "kejahatan" itu bekerja:
- Pengguna mengetik: "Review VPN terbaik".
- Petinju AI (SGE) milik Google "membaca" 10 artikel teratas (termasuk artikel Saya) dalam 1 detik.
- AI "MERANGKUM" semua kerja keras kita dan MENAMPILKANNYA LANGSUNG di halaman 1 Google.
- Pengguna mendapat jawaban di situ juga.
- HASILNYA:
- Pengguna TIDAK PERLU LAGI mengklik blog kita.
- Kita (blogger) KEHILANGAN 100% traffic.
- Kita (blogger) KEHILANGAN 100% potensi pendapatan AdSense (yang 68% itu).
- Pengguna TETAP DIAM di halaman Google, di mana mereka akan melihat Google Ads (yang 100% profit).
Putusan Sela (Analisis S.H.):
Google tidak sedang membuat "ring tinju" yang adil. Google menciptakan AI sebagai alat kanibalisme pendapatan.
Mereka menggunakan dalih "membersihkan konten sampah" (BAB I) untuk sebuah tujuan yang jauh lebih predator: memangkas "perantara" (kita, blogger) dan mengambil 100% kue AdSense yang selama ini menjadi hak kita.
Ini bukan kompetisi. Ini adalah pengambilalihan paksa (hostile takeover) yang didanai oleh konten kita sendiri.
Analisis kritis: Mereka melakukan dengan baik;
Siapa yang punya mesin pencarian? Google.
Siapa yang dibayar perusahaan untuk menampilkan iklan? Google.
Siapa yang memegang Algoritma? Google.
Siapa yang punya Adsense dan Ads? Google.
Ini Monopoli terbuka, mereka punya semua alat tempur tapi masih bermain di industrinya dan dengan enteng menciptakan Misteri Uang Kopi Adsense. Pertanyaanya Apakah mungkin kita bisa mengalahkan tuan rumah dengan segala sumber daya yang mereka punya?
BAB III
Aturan Baru: "Ring Tinju" Ini Hanya Untuk Petinju E-E-A-T
Aturan Baru telah di ketuk 3 kali, ini artinya menyerah diawal atau bertahan sampai tutik darah penghabisan. Di akhir BAB II, kita bertanya: "Bisakah kita mengalahkan si tuan rumah yang memiliki semua alat tempur?"
Jawabannya: TIDAK.
Kita tidak akan pernah bisa mengalahkan "Petinju AI" (SGE) dengan adu fisik secara head to head. Kita tidak bisa lebih cepat, lebih kuat, atau lebih murah darinya.
Mencoba melawannya dengan "adu rangkum" atau "adu SEO keyword" adalah bunuh diri terindah. Walaupun otoritas domain kita sudah tahunan tetap kalah telak oleh AI si anak emas Google.
Ini adalah "PHK Massal" (seleksi alam) yang kita bahas di BAB I. Promotor (Google) sedang membersihkan ringnya. Disaat pembersihan pasti ada yang K.O sekali pukul dan ada yang bertahan ditengah gempuran, siapa itu apakah kita termasuk.
1. YANG PASTI K.O. (Petinju yang "Gemuk" & "Sampah")
AI diciptakan secara spesifik untuk menggantikan tipe petinju ini:
- Petinju "Perangkum" (Generik): Blogger yang tugasnya hanya mem-parafrase 5 artikel teratas. Pekerjaan mereka kini diambil alih AI.
- Petinju "Dangkal": Blogger "10 Tips..." atau "5 Cara..." yang tidak punya analisis tajam dan mendalam. AI bisa membuat ini dalam 3 detik.
- Petinju "Anonim": Blogger yang tidak punya brand, tidak punya "wajah", tidak punya opini. Hanya bernarasi tanpa arah.
Google sangat "senang" menenggelamkan mereka, karena mereka "minta gaji (adsen)" tapi kualitasnya "sampah".
2. YANG AKAN BERTAHAN (Petinju yang Tidak Bisa Ditiru)
Petinju AI ini punya satu kelemahan fatal. Ia memang "super canggih" tapi ia "KOSONG". Tidak bisa memberikan jiwa dalam pertarungan.
- AI adalah petinju peniru: Ia dilatih dengan menonton rekaman kita. Ia bisa meniru semua pukulan kita, tapi ia TIDAK BISA MENCIPTAKAN PUKULAN BARU.
- AI tidak punya "tubuh": AI tidak punya "kehidupan". AI tidak bisa memproduksi E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).
Google tahu ini. "Ring tinju" yang baru ini disisakan HANYA untuk "Petinju E-E-A-T" yang pukulannya tidak bisa ditiru AI:
Pukulan "Experience" (Pengalaman Otentik):
Bisakah AI punya pengalaman "Ijazah Ditahan 3 Tahun"? (Link ke artikel Ijazah Anda)
Bisakah AI merasakan "Pajak Mati" karena "Bukan Tak Mau, Tapi Tak Mampu"? (Link ke artikel Pajak Anda)
Bisakah AI "panik" saat menerima "Phishing Centang Biru"? (Link ke artikel Phishing Anda)
TIDAK.
Pukulan "Expertise" (Keahlian Profesional):
Bisakah AI punya otoritas "Sarjana Hukum (S.H.)" untuk membedah Pasal 310-311 KUHP atau UU ITE Pencemaran nama baik?
TIDAK. AI hanya mengutip, AI tidak bisa menganalisis dengan kredensial S.H.
Pukulan "Authoritativeness" (Analisis Otentik):
Bisakah AI menciptakan brand "Mentality Software" dari nol?
Bisakah AI menulis kritik "Birokrasi Digital Google" yang mubazir?
TIDAK.
Pukulan "Trustworthiness"(Kepercayaan)
Bisakah AI mendapat pembaca yang loyal sampai 2 menit?
Bisakah AI terus memproduksi konten untuk membangun kepercayaan?
TIDAK
Putusan Sela (Analisis S.H.):
Seleksi alam ini kejam, tapi aturannya seakan jelas. Padahal ini sangatlah sulit diterapkan, Google mematok standart yang tingi dengan RPM dan CPC yang "receh". Dengan adanya E-E-A-T itu artinya isi konten harus sempurna atau mendekati sempurna. Aturan main "Ring tinju" baru ini bukan lagi soal adu cepat (kuantitas) atau adu SEO teknis.
Ini adalah pertarungan adu OTENTISITAS.
Google telah "mem-PHK" semua petinju generik dan hanya menyisakan ruang bagi para "Ahli" yang kontennya tidak bisa dipalsukan oleh AI. Itu artinya google ingin penulis Profesional bukan penulis curhat iseng di waktu senggang.
BAB IV
Penutup: Putusan Akhir & Strategi Bertahan di Ring yang "Curang"
Setelah membedah dakwaan (BAB I), motif uang (BAB II), dan aturan seleksi alam yang baru (BAB III), kita sampai pada "Putusan Akhir" yang pahit:
Putusan Akhir (Analisis S.H.):
"Ring tinju" ini nyata dan curang. Google (sang Promotor) secara sengaja "mem-PHK" petinju generik (blogger sampah) dan memonopoli pendapatan. Mereka kini menuntut kita (blogger yang tersisa) untuk bertarung di level Juara Dunia (E-E-A-T), namun membayar kita dengan upah minimum (CPC "receh").
Ini adalah eksploitasi yang dilegalkan oleh sistem. Pertanyaannya bukan lagi "bagaimana mengalahkan AI?" (karena kita tidak bisa). Pertanyaannya adalah: "Bagaimana kita bisa terus bertarung di ring yang curang ini. tanpa burnout?"
Karena Google ingin "Penulis Profesional", bukan "penulis curhat iseng". Menjadi "profesional" itu butuh waktu dan energi. Jika bayarannya "receh", bagaimana kita bisa bertahan? Bukankah tidak sebanding dengan loyalitas kita.
Dan titik terendahnya ketika kita bertanya pada AI, Kenapa Monetisasi Adsense Receh? Ia menjawab
Agar kita tidak mengandalkan Adsense sebagai pendapatan utama
Dan menganggap Adsense hanyalah sebatas uang kopi saja,
AI menyarankan Untuk Affiliati, Sponsored review dan penjualan produk sendiri.
Ini adalah gaslighting (cuci otak) yang dilakukan. Dan saya telah membahas gasligthing google tentang misteri Uang Kopi
Google sengaja memprogram AI untuk menjawab tidak mengandalkan Adsense.
Strategi Bertahan Hidup
Google telah mengubah aturan main. Kita tidak bisa menghentikannya. Sebagai "petinju" profesional, kita punya dua pilihan:
Pilihan 1: "Pensiun" (Tenggelam)
- Menyerah.
- Marah pada Google karena bayaran "receh" tidak sepadan dengan standar E-E-A-T.
- Menonton traffic kita perlahan-lahan mati.
Pilihan 2: Menjadi "Petinju Ahli" yang Efisien (Bertahan)
Jika kita harus memproduksi konten level "Juara Dunia" (E-E-A-T) dengan bayaran "amatir" (receh), kita tidak bisa lagi bekerja "manual".
Satu-satunya cara untuk bertahan adalah mengadopsi strategi "Ring Tinju" itu sendiri.
Kita harus berhenti menjadi "petinju" murni. Kita harus menjadi diri kita sendiri. Dan berusaha memenuhi E-E-A-T secara konsisten.
Kesimpulan Akhir:
"Ring tinju" ini diciptakan Google untuk membersihkan para amatir. Bagi para "Ahli E-E-A-T" yang cukup cerdik untuk menggunakan kemampuan mereka sendiri, ini adalah kesempatan emas untuk menguasai seluruh arena.
Baca juga artikel kami
[BEDAH SISTEM] Kenapa Google Buat "Birokrasi" Data yang Ruwet? (Blogger vs GSC vs GA4)
Tentang Penulis:
Artikel ini ditulis oleh Elrumi, Sarjana Hukum (S.H.) dan Analis Praktis Sistem dan juga pendiri https://www.kuncipro.com/. Sedang mengalami kegelisahan tentang peran AI menggeser singgasana para conten creator Blogger.
[Klik disini untuk Verifikasi lebih lanjut tentang profil dan misi penulis]
Komentar
Posting Komentar