Jangan Lamar Kerja di Ekspedisi & Logistik (J&T, Shopee, JNE, dll) Jika Mental Belum Siap: Sebuah Catatan "Alumni" Lapangan
Oleh: Tri Lukman Hakim, S.H | Founder KunciPro
KunciPro Research (Opini & Pengalaman) – Lowongan kerja di bidang Ekspedisi atau Logistik saat ini banyak diminati fresh graduate.
Lulusan Sarjana berebut melamar posisi Supervisor, Koordinator, atau Admin. Dan lulusan SMK/SMA, bahkan ijazah SD pun bisa untuk jadi kurir industri pengiriman barang di Indonesia.
Loker di Jobstreet, LinkedIn, Kita Lulus dan Glints atau di Media Sosial sedang dalam masa "Gila-gilaan". E-Commerce merajalela, membuat perusahaan ekspedisi menjamur dari Sabang sampai Merauke.
Sebut saja pemain lama seperti JNE, TIKI, POS Indonesia, dan Wahana.
Hingga raksasa baru yang mendominasi pasar seperti J&T Express, SiCepat, ID Express, Ninja Xpress, Anteraja, Paxel,
Sampai logistik milik marketplace seperti Shopee Xpress (SPX), Lazada Logistics (LEX), dan GoTo Logistics.
Lowongan kerja dibuka massal. Namun, sebagai "Alumni" yang pernah merasakan secara langsung di operasional salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia, saya perlu membuka fakta lapangan yang tidak tertulis di brosur lowongan kerja.
Bukan untuk mematahkan semangat kerja kalian, tapi sebagai pandangan bagaimana cara kerja posisi tertentu di industri ekspedisi.
Sebagaimana kalian saat ini, saya pun dulu sangat antusias jika diberikan kesempatan untuk bergabung menjadi bagian dalam pengurusan paket ke pembeli.
Namun, fakta yang saya dapat berdasarkan pengalaman pribadi jauh di luar ekspektasi yang elegan. Di sini saya akan mencoba membedah duka dan gaji untuk posisi Supervisor, Koordinator, Admin, dan Kurir dalam sudut pandang tingkat kepuasan kerja.
HIERARKI "KESAKITAN" DI DUNIA EKSPEDISI
Banyak yang mengira kerja di logistik cuma soal "Antar Paket", jika diterima close dan jika tertolak retur ke seller. Benar, tapi kurang menyeluruh. Ada struktur dan hierarki komando yang masing-masing punya "neraka"-nya sendiri.
- Supervisor pusing bagaimana cari pelanggan baru.
- Koordinator pusing bagaimana agar target SLA tercapai.
- Admin pusing mikirin minus dari laporan harian.
- Dan kurir pusing paket COD-nya disobek tapi pembeli menolak bayar.
Itu hanya bagian kecil dari permasalahan yang sebenarnya, karena setiap kepusingan mereka ada gaji yang terpotong jika salah satu dari risiko itu dialami.
Tidak ada hal yang lebih pusing jika gaji yang kita harapkan untuk menyambung hidup menjadi taruhan atas risiko dari pekerjaan ini, dan berikut bedahannya:
1. SUPERVISOR / KEPALA DROP POINT
"Gaji Kecil, Kepala Botak."
Banyak yang tergiur posisi ini karena prestisius, dan kebanyakan dari kalangan baru yang mencoba melamar. Dari namanya saja sudah keren: Supervisor Kepala Drop Point.
Tapi jika ditawarkan posisi ini ke Koordinator, Admin, atau bahkan kurir sekalipun, 99% mereka menolak dengan alasan: Gaji Kecil, Kepala Botak.
Artinya tidak sesuai tanggung jawab dan beban kerja dengan imbal balik gaji yang sepadan juga.
Tanggung Jawab Nyawa & Aset:
Secara garis besar tanggung jawab supervisor meliputi:
- Tekanan pengiriman organik: Artinya diwajibkan mencari orang yang bertujuan untuk mengirim barang/paket melalui kantor (cash), bukan seller E-Commerce.
- Hutang masa lalu: Ketika kalian bergabung ke perusahaan ekspedisi, maka detik itu juga tanggung jawab Supervisor yang dulu dilimpahkan kepada kalian.
Hutang-hutangnya meliputi:
- Paket hilang.
- Paket PTMP (Penerima Tidak Menerima Paket/Paket Tembak).
- Paket over SLA (Service Level Agreement) sehingga kena denda/TTD oleh QC.
- Minus keuangan dari Admin.
- Paket dibawa kabur kurir.
Pengurusan Kantor:
Kalian juga harus mengontrol kinerja Koordinator, Admin, dan juga Kurir secara personal karena bagian admin dan kurir terkadang tidak sejalan dan sering bentrok.
Apalagi admin perempuan dan kurir laki-laki, jangan kaget jika admin nangis dan curhat masalah kurir telat setor uang COD.
Gaji Supervisor:
Gaji pokok posisi Supervisor itu kisaran tidak UMR (seringkali di bawah UMR). Perusahaan menambah gaji dari kinerja kita selama 1 bulan. Jika bagus bisa di atas UMR, jika banyak minus bisa gaji pokok saja.
Tapi budaya nombok itu tidak sejalan dengan Undang Undang yang berlaku sebagaimana yang telah saya bahas di artikel sebelumnya: Gaji habis untuk buat Nombok, ini Aturannya
Tidak heran jika kurir saja tidak mau jadi supervisor, gaji kurir masih di batas wajar tanpa tekanan yang cukup tinggi.
2. KOORDINATOR
"Jenderal Perang Tanpa Senjata."
Posisi ini adalah "bantalan tinju". Anda berada di tengah-tengah antara Supervisor yang menuntut target SLA 98%, dan Kurir yang punya sejuta alasan.
Manajemen Alasan:
Setiap pagi, Koordinator akan mendengar lagu lama:
"Ban bocor Pak," "Motor turun mesin Pak," "Anak sakit Pak."
Padahal paket menggunung dan harus habis hari itu juga (Zero Sisa). Andalah yang harus putar otak menghubungi satu-satu penerima paket untuk ambil di kantor biar laporannya tidak merah.
Teknisi Dadakan:
Aplikasi kurir error?
HP kurir nge-lag?
Maps kurir nyasar?
Koordinator yang harus membereskan. Jika kurir gagal kirim (Undelivery), Koordinator yang disidang oleh tim Quality Control (QC) pusat karena dianggap tidak becus briefing tim.
Ikut Menanggung Beban Masa Lalu:
Koordinator itu sebagai wakil dari supervisor, namanya juga wakil jadi risiko yang ditanggung supervisor juga akan dipikul bersama seperti paket hilang, PTMP, minus admin, dll.
Jadi risikonya sama persis? Tepat sekali. Posisi koordinator itu "11-12" dengan supervisor dan bahkan bisa dikatakan lebih berat dari supervisor. Bayangkan skenario ini:
- Jam kerja tidak menentu, berangkat paling pagi pulang paling malam.
- Tidak ada jam istirahat seperti orang kantoran dan buruh pabrik di jam 12 siang. Kenapa? Karena tidak ada backup untuk jaga kantor terlalu lama.
- Scan paket incoming ribuan paket sehari (bisa 3 kali kiriman datang).
- Scan paket outgoing ratusan paket jika DP besar dan puluhan paket jika DP kecil.
- Scan paket retur puluhan (bisa karena pembeli menolak paket, salah pencet atau alasan lain).
- Scan paket Missroute atau salah alamat kelurahan.
- Mengontrol paket incoming dan outgoing agar SLA terpenuhi (3 hari untuk Jawa dan 7 hari luar pulau).
- Backup admin karena admin lagi istirahat 1 jam atau setoran ke bank.
Dengan banyaknya tugas itu wajar jika separuh kehidupan pribadi kalian dihabiskan untuk mantau paket.
Masalah yang Sering Dihadapi:
Koordinator di samping masalah di atas ada juga permasalahan yang paling krusial yaitu Paket Hilang. Paket ini secara data tiba di kantor tapi saat pengiriman seluruh kurir merasa tidak melihat paket itu.
Akibatnya penerima komplain ke pusat dan pusat meminta Drop Point untuk mengganti paket itu.
Siapa yang mau ganti? Apa kurir wilayahnya mau ganti? Bullshit.
Ada juga kasus PTMP (Penerima Tidak Menerima Paket). Ini terjadi jika status terkirim tapi penerima komplain tidak menerima paket. Biasanya kurir tidak informasi jika dititipkan tetangga, saudara, atau main lempar ke atas genteng rumah.
Yang lebih parah ada yang bermain kotor putar uang COD. Jika tidak segera ditangani akan ada denda dari pusat kisaran nominal 300rb. Bayangkan paket seharga 50rb disuruh ganti 5 kali lipat.
Gaji Koordinator:
Gaji pokok tidak UMR. Mereka membayar dengan melihat kinerja SLA selama 1 bulan, sama persis dengan supervisor. Tapi tekanan batinnya setara mengurus 50 anak kecil yang sedang tantrum.
3. ADMIN DROP POINT
"Bendahara Berhati Malaikat (Yang Sering Nombok)."
Jangan tertipu dengan pekerjaan duduk di ruangan ber-AC. Admin adalah posisi paling rawan "Minus Keuangan".
Kegiatan Sehari-hari:
Berbeda dengan koordinator dan kurir yang datang lebih awal, admin terbilang cukup tepat waktu untuk jam kerja mulai dari jam 8 pagi.
Disamping menjadi garda terdepan ketika ada orang yang akan mengirim paket, juga memantau seller yang meminta pickup paket.
Tugasnya meng-scan pickup-an seller ke aplikasi sprinter atau kurir untuk segera diproses, dan jika terlambat karena ada batas waktu akibatnya potong gaji.
Menjelang siang akan pergi ke bank untuk menyetorkan hasil pendapatan kemarin dan hari ini ke pusat. Jadi siap-siap mengantre di bank.
Tidak seperti datang tepat jam 8 pagi, kepulangannya bergantung pada ketepatan waktu kurir untuk menyetor hasil COD, jika terlambat atau sampai malam biasanya akan menunggu. Tapi itu berlaku bagi sistem admin yang masih konvensional.
Drama Setoran COD:
Ini kejadian nyata yang sering saya lihat. Admin perempuan sering menangis di pojokan kantor karena kurir laki-laki telat setor uang COD, atau uangnya terpakai kurir untuk bensin/makan. Padahal Admin harus transfer ke pusat jam 5 sore teng!
Nombok Tiap Hari:
Selisih 500 perak harus dicari.
Terima uang palsu dari kurir? Admin ganti.
Kurir kabur bawa uang COD? Admin yang dikejar pertama kali sebelum polisi.
Belum lagi menghadapi customer yang datang marah-marah ke kantor padahal paketnya rusak dari gudang pusat.
Gaji Admin:
Posisi Admin, Koordinator, dan Supervisor di logistik ini tidak menyentuh gaji UMR setempat untuk gaji pokok. Posisi ini mengandalkan kinerja selama 1 bulan. Jangan berharap gaji besar jika tidak ada kekompakan dalam tim.
4. KURIR (SPRINTER)
"Raja Jalanan yang Rentan Tumbang."
Istilah Kurir dan Sprinter terkadang dipukul rata oleh sebagian masyarakat, padahal 2 posisi ini sama tapi tidak serupa.
- Kurir: Status Mitra. Target mengantar paket. Gaji tergantung pengiriman (biasanya Rp 1.500 per paket terkirim).
- Sprinter: Status Kontrak. Mengantar paket DAN Pick Up paket. Ada Gaji Pokok tiap bulan walau pengiriman sedikit.
Inilah anomali di dunia logistik. Kurir dan Sprinter adalah kasta terendah secara struktur, tapi seringkali menjadi kasta tertinggi secara pendapatan (Take Home Pay).
Gaji vs Risiko:
Benar, gaji kurir bisa tembus Rp 4-6 Juta (jauh di atas Supervisor) jika paket sedang ramai dan rajin "nguli" (biasanya waktu ada event 11.11, 12.12 atau event lain). Hitungannya per paket. Semakin rajin, semakin kaya.
Fisik adalah Aset:
Tapi ingat, gaji itu adalah kompensasi dari lutut yang gemetar naik turun tangga, kulit yang terbakar matahari, dan paru-paru yang menghirup asap knalpot.
Istilahnya: No Work No Pay. Jika Anda sakit sehari atau motor rusak, hari itu dapur tidak ngebul karena tidak ada gaji harian tetap.
Risiko COD:
Drama paket disobek, dimaki customer, hingga digigit anjing pemilik rumah adalah makanan sehari-hari yang harus ditelan bulat-bulat.
KESIMPULAN
Jika Anda bertanya posisi mana yang paling enak? Jawabannya: Tidak Ada.
TAPI itu untuk kasus tertentu. Jika tim solid, Kurir tidak merasa dirinya pahlawan SLA dari Supervisor dan Koordinator, dan kurir tidak merasa pemegang kendali mood Admin yang dibuat nangis, saya rasa semua posisi akan terasa indah.
Tidak ada drama paket hilang, paket PTMP, paket over SLA, atau telat setor Admin.
Kurir adalah ujung tombak dalam kesuksesan pengantaran paket sampai ke pembeli, juga merupakan ujung tombak seberapa besar gaji bulanan yang akan kalian dapat.
Untuk itu penting sekali merekrut kurir dan sprinter yang profesional, tidak nakal, dan tidak sombong merasa dirinya sebagai penentu gaji posisi atas.
Industri logistik adalah industri yang membakar uang dan tenaga manusia demi kecepatan.
Tulisan ini dibuat bukan untuk menakut-nakuti, tapi agar Anda yang ingin melamar di J&T, JNE, Shopee, atau lainnya sudah siap mental. Siapkan fisik baja, mental beton, dan doa yang kuat.
Jadi, buat kalian fresh graduate yang masih nekat mau terjun ke sini: Sudah siapkah mental kalian digilas target SLA? Atau kalian punya pengalaman lebih horor? Ceritakan di kolom komentar."

π‘️ KUNCIPRO KREDIBILITAS & OTORITAS
Portal Verifikasi Tri Lukman Hakim, S.H. | Pakar Hukum & Analisis Sistem.


ORCID: 0009-0003-4829-1185
Post a Comment